Langsung ke konten utama

TARIK NAPAS // JATENG, KAMI DATANG!


Lumajang dan Semeru FC mungkin menjadi bahan evaluasi lebih awal untuk tim dan management, bagaimana tidak? Sekelas laga uji coba , tanpa diberangkatkan secara resmi oleh induk kelompok supporter, persijap fans melakukan perjalanan ratusan mil untuk melihat langsung pertandingan yang di laksankan di kandang lawan. Melawat ke Lumajang dengan status laga uji coba, harusnya membuat managament berpikir betapa tim kebanggaan ini cukup di nanti. Lalu Uji coba yang juga dilaksanakan di Rumah Sendiri mengharuskan Persijap kalah dari Semeru FC. Puncaknya teman teman pun menuntut keseriusan dalam mempersiapkan tim. Dan itu cukup wajar, selama bentuk protes tidak berlebihan dan masih dalam lingkup yang Objektif bahwa kami ingin persiapan yang lebih Matang.


Pasalnya, jeda kompetisi yang cukup panjang membuat jenuh masyarakat sepak bola di Jepara. Seharusnya persiapan untuk menghadapi Liga 3 musim ini dapat memenuhi target dari rekan-rekan supporter maupun pihak pihak terkait. Tentu supporter sendiri ingin tim ini juara, namun sebuah persiapan dari pihak tim bisa jadi gambaran, seperti apa target tim untuk satu musim, dan apa target yang dimiliki oleh tim?

Menenangkan Situasi


Kompetisi Liga 3 yang masih cukup lama digulirkan dapat sedikit diselingi oleh adik adik yang mengikuti kejuaraan Piala Suratin 2019. Bertandang ke Purwodadi untuk mengawal Persijap Junior bisa jadi awal untuk rekan-rekan supporter untuk kembali pada "Jalurnya" dengan Tugas utama mendukung dan mengawal tim ini.
Satu Grup dengan Persipur Purwodadi, Persekap Pekalongan dan Persegal Kota Tegal di Grup 1 Zona Jawa Tengah Piala Suratin, Akhirnya Persijap Junior mampu memuncaki klasemen Grup 1 Zona Jawa Tengah setelah berhasil meraih 11 Point dari 3 kali menang, 2 kali seri dan satu kali kalah. Dan di babak selanjutnya yaitu 12 besar pun, Persijap harus berhadapan dengan Persiku Kudus dan PSD Demak. 

Dan di babak 12 besar nanti, mari kita tuntaskan. Semoga Piala Suratin bisa dibawa pulang, lagi.

Sejenak kita Menarik Napas, untuk berlari lebih kencang di fase selanjutnya.
Selamat menikmati hidangan teh panas dan pisang goreng yang ada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Tertinggal, Di Hari Kemerdekaan.

 Tak nampak mbah muria dari tempatku biasa memandangnya di pagi ini. Kabut dan awan yang menyelimuti gugusan muria raya seakan bergerak lambat, bahkan mungkin lebih lambat dari roda perputaran segala aspek yang terjadi di kota ini, kota tempatku berdiri saat ini, dimana aku berada di sebuah tempat yang 75 tahun silam, para pendiri memberanikan diri mendeklarasi kedaulatan sebuah negri. Ya, Kemerdekaan Ibu Pertiwi. Pada pagi ini, yang masih dan akan selalu berputar hanya pertanyaan di isi kepala yang belum terjawab, mungkin sudah, tetapi aku tak mencoba mencarinya untuk aku coba temukan sebuah jawaban. Justru sirine masjid memberikan penguman, Satu insan kembali pada kesempurnaan. Ya, terkadang bagiku kematian justru menyelamatkan bagi orang,Mungkin juga itu yang di Pikirkan oleh para pejuang yang Gugur di medan perang dulu, "Merdeka Atau Mati." , "Hidup Mulia, Agau Mati Syahid." . Bagaimana tidak? Untuk saat ini yang katanya sudah 75 tahun merdeka, Setiap pagi, aku ...

JEPARA DARI KEJAUHAN MATA

  Oleh : Sun Semper Chi Alarm berdering pukul lima pagi. Badanku terasa berat. Kedua kelopak mata terasa  mengunci tak mau dibuka. Jemariku mulai merambat ke arah suara. Kuintip sebentar, masih terlalu pagi untukku yang tinggal di bilik kos tanpa orang tua. Bunyi alarm hilang diganti suara berisik tetangga. Jarak jendela kamar tidak sampai tiga meter dari bibir jalan. Mungkin lewat celah-celah ventilasi. Obrolan pagi hingga suara knalpot motor tua. Pagiku sering kali terganggu dengan suara masyarakat urban di tengah kota. Tak apalah, toh juga mereka tidak sampai menyiramiku karena bangun kesiangan. "Apa yang baru dengan hari ini? Sepertinya masih sama dengan pagi-pagi kemarin," pikirku seraya menata posisi untuk tidur kembali. ”Siapa tahu kali ini sepak bola Jepara mau berbenah,” seperti biasa, aku sering kali berkhayal. Musim baru, tetapi terasa hambar seperti musim-musim sebelumnya. Beberapa pemain silih  berganti. Beberapa masih bertahan. Pelatih baru mengganti pelatih...

TARIK NAPAS : "APPAREL,JANGAN ASAL TEMPEL"

Jersey Away Hitam yang membawa Persijap Juara mengalahkan PSKC Cimahi pada 29 Desember 2019 di Partai Final Liga 3 Indonesia 2019 Hallo, Apakabar, Semoga Sehat selalu. Pertama Tama saya ucapkan Selamat, Untuk Tim Laskar Kalinyamat,Persijap Jepara yang berhasil menjadi Jawara Liga 3 Musim 2019 dan Naik Kasta ke Liga 2. Setelah penantian panjang selama 17 Tahun setelah terakhir kali Persijap mempersembahkan sebuah Trophy untuk Kota Jepara . Semoga ini menjadi Awal yang baik untuk kita semua terutama warga Jepara.  Menjadikan semangat yang lebih Positive untuk menjalani hari hari yang cukup berat.  Dan hampir 2 pekan berlalu setelah Juara dan Usai Libur Natal dan Tahun Baru. Kini kita menatap kembali Liga 2 '2020 dan Musim ini dengan optimis. Tentu dengan segala Persiapan dan segala sesuatu yang lebih matang karena Liga 2 tentu lebih berat nantinya.  Tim sendiri sudah terlihat mempersiapkan langkah awal dengan mempertahankan Pelatih Sahala Saragih untuk me...