Persijap Jepara berhasil meraih kemenangan di laga kandang pada lanjutan liga super indonesia 2010/2011
Saat aku menginjak usia remaja, dalam hidupku aku belum mengetahui apa keinginanku, Apa yang membuat hidup terasa greget, semangat dan lain sebagainya. Dirumah aku memiliki seorang kakak sepupu laki laki. Aku tidak tau kala itu apa kegiatan kesukaanya selain mengukir, Jepara memang terkenal sebagai kota ukir, dan kakak ku ini,Siswanto namanya. Dia sangat hebat sekali untuk soal mengukir. Dan inilah salah satu hasil karyanya.
Hari hari biasanya kami memetik Jagung dan Mangga di kebun. Menghisap sebatang tebu yang sangat manis di sebrang kali. Setiap hari kita lakukan itu sepulangnya dari sekolah. Dan pada malam hari, Kita Menghabiskan malam untuk Menyaksikan aksi Landon Donovan di layar kaca pada putaran Piala Dunia 2006 sebelum akhirnya,Kakak ku ini menjadi penggemar berat Fernando Torres sejak dia bersinar di Euro 2008.
Mas Sis Bercerita tentang seorang gadis yang dia rayu lewat sms di Sony Erricson merahnya kala itu.
Atau kadang kadang kami Memacu kecepatan di jalan raya tahunan dengan Jupiter Z Oranye untuk Menemani Mas sis mengantar ukiran. Lumayan, uangnya bisa buat jajan dan perlu diketahui, aku sudah merokok sejak kelas 2 SMP rokok ku kala itu Dji Sam Soe lalu berganti Djarum Super.
Pada suatu siang, Diselasela hari itu kami tidak sengaja membaca sebuah surat kabar harian yang mengulas tentang pertandingan Persipa Pati dan Persiku Kudus
"Kudus kaya, Tapi ga sehebat tim kita"
Mas sis mengatakan hal itu padaku Dilampu merah tahunan.
"Kudus? Pati? Apa,Jepara juga ada tim sepakbola? " Jujur, di tahun tahun itu aku tidak tau apa itu Persijap Jepara.
Sesampainya di bunderan ngabul, didepan polsek terpampang jadwal pertandingan Persijap, Dan besok. Harus menjamu PSIM Jogjakarta. Mas sis mengatakan kepada saya, "Nih, Mbesok Persijap main. Mau nonton kamu?"
Aku pun langsung meng iyakan, ya karena memang sebagai adik aku senang sekali apabila dia mengajak ku bermain.
Akhirnya kami memutuskan untuk menyaksikanya, Esok sore.
Setibanya dirumah, mas sis menceritakan tim ini,Persijap Jepara!
Memperkenalkanku pada tim ini.
Memperkenalkanku pada Phaitoon Thiabma.Evaldo Silva. Kasiadi. Leandro Braga. Mungkin karena mas sis juga tidak terlalu fanatik terhadap Persijap, dan pemain yang dia sebut itu hanyalah sebagian saja yang dia kenal. Tapi, Mas Siswantolah yang memperkenalkanku pada Alasan Untuk Hidup dan Sampai Matiku. Pada akhirnya aku merasa hidup akan hal itu, Bahwa Aku Bangga dilahirkan di kota ini, dan aku juga bangga bahwa kota ini memiliki Persijap Jepara. Selain kebanggaan lain dimana Jepara memiliki seni ukir, tenun troso, dan Ibu Kartini.
Dan Terhitung, Laga di Liga Djarum 2007 melawan PSIM Jogjakarta adalah kali pertama aku sadar, Kota ini punya kebanggaan. Meskipun saat itu aku lebih mengenal Jack Jone sebagai pencetak gol ke gawang tuan rumah,Persijap Jepara. Dan laga laga selanjutnya akan selalu ada yang kunanti untuk kusaksikan.
Aku tidak akan lupa, Mas Sis pernah sampai berdarah di bibirnya hanya karena ingin membelikanku dan berebut tiket. Jika ada kesempatan,ingin rasanya sesekali aku mengajak dia untuk menikmati sore di stadion lagi, dan merasakan kenikmatan yang dulu kita rasakan, mendukung tim dengan hati dan sepenuh jiwa, tanpa pusing berpakaian seperti apa dan brand apa, tanpa memikirkan menjadi bagian dari kelompok apa, yang pasti kita merasakan gemuruh stadion yang sangat luar biasa, berteriak sekeras kerasnya, merasa sangat gembira sekali saat tim kita bisa mencetak gol, ah sulit digambarkan, cinta terhadap klub,melepas penat, melupakan masalah, dan yang dirasakan hanyalah bahagia sekali,mungkin lebih dari kata bahagia, tidak bisa di definisikan dengan kata kata karena kami bisa ada pada suasana yang selalu kami tunggu tunggu,harinya dimana tim kita berlaga.



Komentar
Posting Komentar