Langsung ke konten utama

DIAM SAJA?!!!

Aku dan beberapa teman di perantauan masih sering melakukan pertemuan rutin. Satu minggu sekali, ya paling lama satu bulan lah untuk melepas rindu. Dan tentu, klub kebanggaan di tanah kelahiran lah selalu menjadi topik utama pembicaraan.
Pada hari selasa malam tepatnya, kami berkumpul untuk makan malam. Salah satu diantara kami membuka akun resmi Klub.

"Minggu ono pertandingan o leet. Muleh ah ndelok aku."

Dia memulai percakapan dan dia pun memutuskan untuk pulang dan menyaksikan pertandingan di hari minggu.

"Eh, Sebentar."

Era digital seperti sekarang ini, informasi dengan sangat mudah bukan kita dapat di internet, dan ya pasti setiap postingan,  "Apapun" pasti ada komentar yang terkadang menarik sih. Dan sudah pasti, kolom komentar postingan Klub kami buka. Lalu kami menemukan kalimat mutiara seperti ini




Kami pun berpikir, benar juga ya? Mana sempat kita memberikan kontribusi lebih untuk klub? Jangankan untuk seperti itu, melihat kerja keras dan usaha dari management tim pun kami hanya melihat dari sosial media. Dan Tim ini sekarang sudah hebat "sepertinya" management sangat luar biasa bekerja demi kemajuan dan kebangkitan Klub. (semoga)
Karena mengelola secara Profesional Klub yang cukup besar dan punya beberapa torehan prestasi yang lumayan bisa di banggakan tak semudah membalik kan telapak tangan. Jangankan untuk mengelola sebuah Klub, Mengelola kehidupan kami di tanah perantauan ini saja sulitnya minta ampun. Jadi, Terima Kasih untuk Management dan Tim yang sangat Luar Biasa berjuang untuk tetap eksis di kancah pesepakbolaan nasional.

Mungkin sedikit cerita bahwa teman teman seperjuanganku di tanah perantauan memiliki berbagai latar belakang pekerjaan. Ada yang menjadi guru, security, tukang ojek, berdagang dan masih banyak lagi. Kami punya seribu alasan untuk meninggalkan kota kami tercinta. Namun hanya butuh satu alasan untuk kembali, yaitu menyaksikan pertandingan dan mendukung kebanggaan sepenuhnya, seutuhnya, dan sesampainya kita pada hembusan napas terakhir (Wayahe)  hehehe. Dan tentu, jika bukan karena ingin merubah nasib atau menjadi manusia yang lebih baik, kami tidak akan pernah tinggalkan kota kelahiran kami tercinta.

Terjaga setiap malam, menahan kantuk dan tak jarang kami melupakan kesehatan kami sendiri. Berpanas panasan atau hujan hujanan di Jalan. Menahan lapar jika tanggal tanggal tanggung belum gajian. Dan disela sela itu semua, kami hanya berpikir bagaimana sebisa mungkin kami meluangkan waktu libur atau cuti kami dan menyisihkan setidaknya untuk membeli tiket perjalanan dan tiket pertandingan guna memberi semangat dan menunjukkan rasa cinta kami yang sesungguhnya pada Klub kesayangan.

Eh? Sebentar? Kita kan tidak bekerja untuk Klub, Bukan?  Dan sepertinya Klub tidak butuh kami. Tidak butuh supporter dan dukungan.






Jadi? Ya diam saja lah ya?!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Tertinggal, Di Hari Kemerdekaan.

 Tak nampak mbah muria dari tempatku biasa memandangnya di pagi ini. Kabut dan awan yang menyelimuti gugusan muria raya seakan bergerak lambat, bahkan mungkin lebih lambat dari roda perputaran segala aspek yang terjadi di kota ini, kota tempatku berdiri saat ini, dimana aku berada di sebuah tempat yang 75 tahun silam, para pendiri memberanikan diri mendeklarasi kedaulatan sebuah negri. Ya, Kemerdekaan Ibu Pertiwi. Pada pagi ini, yang masih dan akan selalu berputar hanya pertanyaan di isi kepala yang belum terjawab, mungkin sudah, tetapi aku tak mencoba mencarinya untuk aku coba temukan sebuah jawaban. Justru sirine masjid memberikan penguman, Satu insan kembali pada kesempurnaan. Ya, terkadang bagiku kematian justru menyelamatkan bagi orang,Mungkin juga itu yang di Pikirkan oleh para pejuang yang Gugur di medan perang dulu, "Merdeka Atau Mati." , "Hidup Mulia, Agau Mati Syahid." . Bagaimana tidak? Untuk saat ini yang katanya sudah 75 tahun merdeka, Setiap pagi, aku ...

JEPARA DARI KEJAUHAN MATA

  Oleh : Sun Semper Chi Alarm berdering pukul lima pagi. Badanku terasa berat. Kedua kelopak mata terasa  mengunci tak mau dibuka. Jemariku mulai merambat ke arah suara. Kuintip sebentar, masih terlalu pagi untukku yang tinggal di bilik kos tanpa orang tua. Bunyi alarm hilang diganti suara berisik tetangga. Jarak jendela kamar tidak sampai tiga meter dari bibir jalan. Mungkin lewat celah-celah ventilasi. Obrolan pagi hingga suara knalpot motor tua. Pagiku sering kali terganggu dengan suara masyarakat urban di tengah kota. Tak apalah, toh juga mereka tidak sampai menyiramiku karena bangun kesiangan. "Apa yang baru dengan hari ini? Sepertinya masih sama dengan pagi-pagi kemarin," pikirku seraya menata posisi untuk tidur kembali. ”Siapa tahu kali ini sepak bola Jepara mau berbenah,” seperti biasa, aku sering kali berkhayal. Musim baru, tetapi terasa hambar seperti musim-musim sebelumnya. Beberapa pemain silih  berganti. Beberapa masih bertahan. Pelatih baru mengganti pelatih...

TARIK NAPAS : "APPAREL,JANGAN ASAL TEMPEL"

Jersey Away Hitam yang membawa Persijap Juara mengalahkan PSKC Cimahi pada 29 Desember 2019 di Partai Final Liga 3 Indonesia 2019 Hallo, Apakabar, Semoga Sehat selalu. Pertama Tama saya ucapkan Selamat, Untuk Tim Laskar Kalinyamat,Persijap Jepara yang berhasil menjadi Jawara Liga 3 Musim 2019 dan Naik Kasta ke Liga 2. Setelah penantian panjang selama 17 Tahun setelah terakhir kali Persijap mempersembahkan sebuah Trophy untuk Kota Jepara . Semoga ini menjadi Awal yang baik untuk kita semua terutama warga Jepara.  Menjadikan semangat yang lebih Positive untuk menjalani hari hari yang cukup berat.  Dan hampir 2 pekan berlalu setelah Juara dan Usai Libur Natal dan Tahun Baru. Kini kita menatap kembali Liga 2 '2020 dan Musim ini dengan optimis. Tentu dengan segala Persiapan dan segala sesuatu yang lebih matang karena Liga 2 tentu lebih berat nantinya.  Tim sendiri sudah terlihat mempersiapkan langkah awal dengan mempertahankan Pelatih Sahala Saragih untuk me...