Aku dan beberapa teman di perantauan masih sering melakukan pertemuan rutin. Satu minggu sekali, ya paling lama satu bulan lah untuk melepas rindu. Dan tentu, klub kebanggaan di tanah kelahiran lah selalu menjadi topik utama pembicaraan.
Pada hari selasa malam tepatnya, kami berkumpul untuk makan malam. Salah satu diantara kami membuka akun resmi Klub.
"Minggu ono pertandingan o leet. Muleh ah ndelok aku."
Dia memulai percakapan dan dia pun memutuskan untuk pulang dan menyaksikan pertandingan di hari minggu.
"Eh, Sebentar."
Era digital seperti sekarang ini, informasi dengan sangat mudah bukan kita dapat di internet, dan ya pasti setiap postingan, "Apapun" pasti ada komentar yang terkadang menarik sih. Dan sudah pasti, kolom komentar postingan Klub kami buka. Lalu kami menemukan kalimat mutiara seperti ini
Kami pun berpikir, benar juga ya? Mana sempat kita memberikan kontribusi lebih untuk klub? Jangankan untuk seperti itu, melihat kerja keras dan usaha dari management tim pun kami hanya melihat dari sosial media. Dan Tim ini sekarang sudah hebat "sepertinya" management sangat luar biasa bekerja demi kemajuan dan kebangkitan Klub. (semoga)
Karena mengelola secara Profesional Klub yang cukup besar dan punya beberapa torehan prestasi yang lumayan bisa di banggakan tak semudah membalik kan telapak tangan. Jangankan untuk mengelola sebuah Klub, Mengelola kehidupan kami di tanah perantauan ini saja sulitnya minta ampun. Jadi, Terima Kasih untuk Management dan Tim yang sangat Luar Biasa berjuang untuk tetap eksis di kancah pesepakbolaan nasional.
Mungkin sedikit cerita bahwa teman teman seperjuanganku di tanah perantauan memiliki berbagai latar belakang pekerjaan. Ada yang menjadi guru, security, tukang ojek, berdagang dan masih banyak lagi. Kami punya seribu alasan untuk meninggalkan kota kami tercinta. Namun hanya butuh satu alasan untuk kembali, yaitu menyaksikan pertandingan dan mendukung kebanggaan sepenuhnya, seutuhnya, dan sesampainya kita pada hembusan napas terakhir (Wayahe) hehehe. Dan tentu, jika bukan karena ingin merubah nasib atau menjadi manusia yang lebih baik, kami tidak akan pernah tinggalkan kota kelahiran kami tercinta.
Terjaga setiap malam, menahan kantuk dan tak jarang kami melupakan kesehatan kami sendiri. Berpanas panasan atau hujan hujanan di Jalan. Menahan lapar jika tanggal tanggal tanggung belum gajian. Dan disela sela itu semua, kami hanya berpikir bagaimana sebisa mungkin kami meluangkan waktu libur atau cuti kami dan menyisihkan setidaknya untuk membeli tiket perjalanan dan tiket pertandingan guna memberi semangat dan menunjukkan rasa cinta kami yang sesungguhnya pada Klub kesayangan.
Eh? Sebentar? Kita kan tidak bekerja untuk Klub, Bukan? Dan sepertinya Klub tidak butuh kami. Tidak butuh supporter dan dukungan.
Jadi? Ya diam saja lah ya?!
Pada hari selasa malam tepatnya, kami berkumpul untuk makan malam. Salah satu diantara kami membuka akun resmi Klub.
"Minggu ono pertandingan o leet. Muleh ah ndelok aku."
Dia memulai percakapan dan dia pun memutuskan untuk pulang dan menyaksikan pertandingan di hari minggu.
"Eh, Sebentar."
Era digital seperti sekarang ini, informasi dengan sangat mudah bukan kita dapat di internet, dan ya pasti setiap postingan, "Apapun" pasti ada komentar yang terkadang menarik sih. Dan sudah pasti, kolom komentar postingan Klub kami buka. Lalu kami menemukan kalimat mutiara seperti ini
Kami pun berpikir, benar juga ya? Mana sempat kita memberikan kontribusi lebih untuk klub? Jangankan untuk seperti itu, melihat kerja keras dan usaha dari management tim pun kami hanya melihat dari sosial media. Dan Tim ini sekarang sudah hebat "sepertinya" management sangat luar biasa bekerja demi kemajuan dan kebangkitan Klub. (semoga)
Karena mengelola secara Profesional Klub yang cukup besar dan punya beberapa torehan prestasi yang lumayan bisa di banggakan tak semudah membalik kan telapak tangan. Jangankan untuk mengelola sebuah Klub, Mengelola kehidupan kami di tanah perantauan ini saja sulitnya minta ampun. Jadi, Terima Kasih untuk Management dan Tim yang sangat Luar Biasa berjuang untuk tetap eksis di kancah pesepakbolaan nasional.
Mungkin sedikit cerita bahwa teman teman seperjuanganku di tanah perantauan memiliki berbagai latar belakang pekerjaan. Ada yang menjadi guru, security, tukang ojek, berdagang dan masih banyak lagi. Kami punya seribu alasan untuk meninggalkan kota kami tercinta. Namun hanya butuh satu alasan untuk kembali, yaitu menyaksikan pertandingan dan mendukung kebanggaan sepenuhnya, seutuhnya, dan sesampainya kita pada hembusan napas terakhir (Wayahe) hehehe. Dan tentu, jika bukan karena ingin merubah nasib atau menjadi manusia yang lebih baik, kami tidak akan pernah tinggalkan kota kelahiran kami tercinta.
Terjaga setiap malam, menahan kantuk dan tak jarang kami melupakan kesehatan kami sendiri. Berpanas panasan atau hujan hujanan di Jalan. Menahan lapar jika tanggal tanggal tanggung belum gajian. Dan disela sela itu semua, kami hanya berpikir bagaimana sebisa mungkin kami meluangkan waktu libur atau cuti kami dan menyisihkan setidaknya untuk membeli tiket perjalanan dan tiket pertandingan guna memberi semangat dan menunjukkan rasa cinta kami yang sesungguhnya pada Klub kesayangan.
Eh? Sebentar? Kita kan tidak bekerja untuk Klub, Bukan? Dan sepertinya Klub tidak butuh kami. Tidak butuh supporter dan dukungan.
Jadi? Ya diam saja lah ya?!


Komentar
Posting Komentar