Langsung ke konten utama

PROFESIONAL, TANPA ADA YANG TERTINGGAL. (Part 2)

Memupuk Optimisme, Menanam Semangat Positif
Sumber Foto
Apa kabar, (Lagi) , Terutama PSSI dan Badan Liga? Bagaimana dengan Persiapan Liga?  Dimana Negara lain sudah ada yang melaksanakan Paruh Musim kompetisi, Bahkan, mengirimkan Klub yang menjadi Wakil Negaranya di Ajang Internasional.

Mungkin terlalu jauh (bagi kita) sebagai Persijap Fans untuk menatap Kompetisi klub-klub antar negara di Asia semacam AFC Cup,  Apalagi Liga Champions Asia.

Tapi bukan berarti Persijap tidak memiliki Potensi ke arah sana. Kompetisi Liga Bank Mandiri dan Liga Djarum (Divisi Utama dan Liga Super) atau Copa Dji Sam Soe bisa kita jadikan sebuah referensi, dimana Persijap Jepara pernah turut serta menjadi bagian di Table Klasemen ke tiga Kompetisi yang pada saat itu cukup Bergengsi,Bahkan menorehkan sejumlah Prestasi.

Peran Sponsor dan Promotor dalam melaksanakan perhelatan Akbar Tahunan baik Liga maupun Piala Indonesia membuat Klub dan Supporter berlomba-lomba ingin menjadi yang terbaik di semua ajang itu. Bahkan mungkin pada masa itu ada Harapan Semoga Euforia Liga dan Copa terus Berlanjut setiap musim.

Namun Faktanya, Sepakbola Kita yang tidak lepas , atau mungkin Enggan untuk keluar dari Konflik Kepentingan terutama Kepentingan Politik dimana Kebijakan Penguasa pada sebuah periode masa jabatan tentu berbeda Visi dan Misi. Ketika di masa sebelumnya ada sebuah cita cita mulia bersama, belum tentu berlanjut pada Periode selanjutnya. Dengan kata lain, apa yang sudah di Rencanakan Saat ini, belum tentu terlaksana lagi di masa mendatang. Dan dalam Topik "Profesional,  Jangan Ada Yang Tertinggal" ini sudah pasti banyak sekali pihak yang Dirugikan akibat kebijakan atau aturan Pemerintah yang kadang suka Nyeleneh, Bukan?

Perumpamaan apa lagi yang tepat untuk para petinggi di Federasi mengenai Segala Pengelolaan Sepakbola baik itu Tim Nasional,  Pembinaan Usia Dini, Pengelolaan Kompetisi yang Sehat dan lain sebagainya?
Seakan semua Sumpah Serapah sudah di umpatkan namun mereka tetap tutup mata dan telinga dengan suara kita sebagai pecinta sepakbola tanah air.

90 Tahun PSSI berdiri, namun rasa rasanya belum ada titik terang yang menjadi sebuah terobosan dan dapat kita lihat atau jalan setapak pun rasanya sulit untuk kita temukan di tengah ladang permasalahan yang gelap,sunyi dan terus melilit kaki semua insan sepakbola di tanah air sehingga kita semua seakan "Diam Di Tempat".

Ibarat sebuah Ladang yang Luas bernama PSSI, Klub Klub yang Menandur Padi dan Memupuk, baik Bibit atau Pupuk itu Subsidi Pemerintah maupun Milik perorangan, akan tetapi ladang itu hanya di Panen oleh Segelintir atau Sekelompok Orang yang memiliki kepentingan saja. Belum lagi dihadapkan dengan Tengkulak yang semena mena.

Kembali lagi pada pengelolaan Liga, Sejak Era Perserikatan , Kejurnas PSSI , Galatama dan LIGINA, tercatat beberapa kali mengalami Kendala, Berhenti di Tengah Jalan, bahkan Tidak Dilaksanakan hanya karena kepentingan politik lebih di utamakan. Sedangkan Sepakbola merupakan Hiburan bagi masyarakat yang cukup di nanti setiap Tahun nya.

Dan memasuki Era Ligina yang katanya Profesional pun, masih jauh dari Harapan. Beberapa kali terhenti, Beberapa kali tidak dilaksanakan, dan pada musim 2007 tidak menemukan Muara bagi Klub Juara.
Seakan menggambarkan Liga kita yang tidak Jauh beda dengan Tarkam. Tidak menghasilkan sesuatu yang bisa dibawa ke Pentas dunia dan dampaknya bagi Masyarakat secara luas tidak lebih dari hiburan semata Hanya memberikan keuntungan sepihak, yang Rugi. Tinggal!

Meski demikian, bukan berarti kita tidak bisa melihat bibit yang kita tanam akan panen nantinya. Gagal, Tanam lagi.
Karena memang berada disini,di dunia sepakbola adalah sebuah Perjuangan estafet yang panjang dan entah kapan kita akan berhenti. Selamat Berkompetisi. Dan mari kembali Memupuk Optimisme dan Menanam Semangat Positif.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEPARA DARI KEJAUHAN MATA

  Oleh : Sun Semper Chi Alarm berdering pukul lima pagi. Badanku terasa berat. Kedua kelopak mata terasa  mengunci tak mau dibuka. Jemariku mulai merambat ke arah suara. Kuintip sebentar, masih terlalu pagi untukku yang tinggal di bilik kos tanpa orang tua. Bunyi alarm hilang diganti suara berisik tetangga. Jarak jendela kamar tidak sampai tiga meter dari bibir jalan. Mungkin lewat celah-celah ventilasi. Obrolan pagi hingga suara knalpot motor tua. Pagiku sering kali terganggu dengan suara masyarakat urban di tengah kota. Tak apalah, toh juga mereka tidak sampai menyiramiku karena bangun kesiangan. "Apa yang baru dengan hari ini? Sepertinya masih sama dengan pagi-pagi kemarin," pikirku seraya menata posisi untuk tidur kembali. ”Siapa tahu kali ini sepak bola Jepara mau berbenah,” seperti biasa, aku sering kali berkhayal. Musim baru, tetapi terasa hambar seperti musim-musim sebelumnya. Beberapa pemain silih  berganti. Beberapa masih bertahan. Pelatih baru mengganti pelatih...

Buruh dan Sepakbola, Kami bagian dari keduanya.

Lahir, besar dan hidup di kota yang perlahan tapi pasti berkembang menjadi kota industri, sedikitnya diantara kami ada yang mengadu nasib sebagai petugas keamanan, operator fork lift, atau memantau dari ketinggian sebuah tower dan berbagai profesi lain nya didalam sebuah perusahaan. Dengan latar belakang kami sebagai penggemar fanatik dari sebuah klub sepakbola, suasana ketika bekerja menjadi berbeda ketika satu sama lain diantara kami memiliki kecintaan yang sama. Solidaritas, Tenggang rasa dan kebersamaan jauh lebih harmonis ketika kami tau bahwa Sepakbola dapat menyatukan kita, termasuk dalam dunia kerja. Dan bagi saya pribadi, memaknai hari buruh setiap tahun nya adalah seperti sebuah agenda dimana kami bagian dari Kelas Pekerja dan Supporter Sepakbola. Selamat Hari Buruh ✊

MENJAGA HEGEMONI

Persijap Jepara berhasil meraih kemenangan di laga kandang pada lanjutan liga super indonesia 2010/2011      Saat aku menginjak usia remaja, dalam hidupku aku belum mengetahui apa keinginanku, Apa yang membuat hidup terasa greget, semangat dan lain sebagainya. Dirumah aku memiliki seorang kakak sepupu laki laki. Aku tidak tau kala itu apa kegiatan kesukaanya selain mengukir, Jepara memang terkenal sebagai kota ukir, dan kakak ku ini,Siswanto namanya. Dia sangat hebat sekali untuk soal mengukir. Dan inilah salah satu hasil karyanya. Hari hari biasanya kami memetik Jagung dan Mangga di kebun. Menghisap sebatang tebu yang sangat manis di sebrang kali. Setiap hari kita lakukan itu sepulangnya dari sekolah. Dan pada malam hari, Kita Menghabiskan malam untuk Menyaksikan aksi Landon Donovan di layar kaca pada putaran Piala Dunia 2006 sebelum akhirnya,Kakak ku ini menjadi penggemar berat Fernando Torres sejak dia bersinar di Euro 2008. Mas Sis Bercerita tentang seora...