Langsung ke konten utama

Semoga Kita, Tidak Salah Sangka.

Seperti yang saya katakan di tulisan saya sebelumnya, Bahwa statement yang lahir dari pikiran penat masyarakat kelas bawah sedikit banyaknya di yakini oleh beberapa diantara kita, yaitu bagaimana bisa Corona ini mewabah sedemikian luasnya sampai berdampak pada kehidupan bermasyarakat, tentu di tanggapi dengan berbagai macam sikap. Dan diantaranya menganggap ini sudah di atur sebagai konspirasi dan lain sebagainya.

Menurutku, apapun upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak saat ini ingin untuk mencegah virus ini semakin meluas, dan memperburuk keadaan. Ya, Mencegah. Dan pencegahan ini pun mengalami kendala menurut saya. Bahkan, dimulai dari Sikap dan Tanggapan Pemerintah. Sejak awal, langkah Pemerintah yang menganggap hal ini sepele, justru seperti menjadi Boomerang. Sederhana saja, bila pencegahan dilakukan sejak virus ini mulai muncul di Wuhan, sudah pasti mereka tidak se-keteteran seperti sekarang. Dan menurut saya, Pencegahan yang dilakukan memang tidak hanya "Sosialisasi Cuci Tangan." akan tetapi, Pencegahan mengenai akan adanya Perubahan dalam siklus perekonomian global yang akan berdampak ke dalam negri. Mengingat, Pemerintah memiliki andil untuk mengatur itu semua. Hingga saat ini, Pembatasan Sosial, Karantina Wilayah dan berbagai kebijakan lain menurut saya bukanlah Langkah Tegas dan pencegahan. Melainkan, Hanya sebatas formalitas kepada rakyat agar terlihat ada kebijakan yang dibuat untuk menanggulangi masalah ini. Bagaimana tidak, siapa yang akan bertanggung jawab untuk segala kebutuhan pokok serta keperluan lain masyarakat, apabila pemerintah mengambil langkah tegas untuk "Lockdown" total? Dan yang terburuk, untuk kelas pekerja pun banyak yang harus rela kehilangan pekerjaan tanpa kepastian, apakah dapat kembali bekerja setelah wabah ini usai.

Dan jika memikirkan itu semua, sudah pasti kita akan tertegun , mengerutkan jidat, dan hampa betul rasanya melihat esok.

Kembali lagi, hal tersebut adalah "Salah Satu" dari Efek Domino yang ditimbulkan oleh Blundernya sebuah Kebijakan Pemerintah. Belum lagi, masalah kriminalitas yang cukup masif terjadi dimana-mana akibat sebuah kebijakan melepas narapidana.

Lelah? Tentu, bagi mereka yang sedikit banyaknya masih "Berharap" pada sebuah sistem Pemerintahan. Menyalahkan? Sama sekali tidak. Hanya saja, hal demikian akan terus terjadi bila sikap dari orang orang yang di Amanahkan untuk menjadi pelayan bagi kita, Terus terusan bersikap seperti itu.

Memang betul kata bung Hatta, "Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku."

Sebagai Rakyat yang akan selalu dan tetap menjaga Kedaulatan,Persatuan,Kesatuan dan Apapun itu. Mungkin memang sudah Pasti sebagai masyarakat, kita berbuat semampu dan sebisa kita menghadapi ini semua. Saling menolong sesama, Berdonasi dalam bentuk materi, Menjadi relawan untuk menjaga lingkungan. Dan banyak hal Luar Biasa yang memang sangat Luar Biasa membuatku yakin, Persatuan diantara sesama Rakyat akan semakin Erat.

Dan setelah ini Usai, Kita akan menatap hari hari yang tentu ada cobaan baru, namun lebih siap dan lebih kuat. Yang pasti, Semoga diantara kita tidak ada saling salah sangka untuk menyikapi ini semua.

Sehat selalu, Saudaraku. 🙏🙏🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEPARA DARI KEJAUHAN MATA

  Oleh : Sun Semper Chi Alarm berdering pukul lima pagi. Badanku terasa berat. Kedua kelopak mata terasa  mengunci tak mau dibuka. Jemariku mulai merambat ke arah suara. Kuintip sebentar, masih terlalu pagi untukku yang tinggal di bilik kos tanpa orang tua. Bunyi alarm hilang diganti suara berisik tetangga. Jarak jendela kamar tidak sampai tiga meter dari bibir jalan. Mungkin lewat celah-celah ventilasi. Obrolan pagi hingga suara knalpot motor tua. Pagiku sering kali terganggu dengan suara masyarakat urban di tengah kota. Tak apalah, toh juga mereka tidak sampai menyiramiku karena bangun kesiangan. "Apa yang baru dengan hari ini? Sepertinya masih sama dengan pagi-pagi kemarin," pikirku seraya menata posisi untuk tidur kembali. ”Siapa tahu kali ini sepak bola Jepara mau berbenah,” seperti biasa, aku sering kali berkhayal. Musim baru, tetapi terasa hambar seperti musim-musim sebelumnya. Beberapa pemain silih  berganti. Beberapa masih bertahan. Pelatih baru mengganti pelatih...

Buruh dan Sepakbola, Kami bagian dari keduanya.

Lahir, besar dan hidup di kota yang perlahan tapi pasti berkembang menjadi kota industri, sedikitnya diantara kami ada yang mengadu nasib sebagai petugas keamanan, operator fork lift, atau memantau dari ketinggian sebuah tower dan berbagai profesi lain nya didalam sebuah perusahaan. Dengan latar belakang kami sebagai penggemar fanatik dari sebuah klub sepakbola, suasana ketika bekerja menjadi berbeda ketika satu sama lain diantara kami memiliki kecintaan yang sama. Solidaritas, Tenggang rasa dan kebersamaan jauh lebih harmonis ketika kami tau bahwa Sepakbola dapat menyatukan kita, termasuk dalam dunia kerja. Dan bagi saya pribadi, memaknai hari buruh setiap tahun nya adalah seperti sebuah agenda dimana kami bagian dari Kelas Pekerja dan Supporter Sepakbola. Selamat Hari Buruh ✊

MENJAGA HEGEMONI

Persijap Jepara berhasil meraih kemenangan di laga kandang pada lanjutan liga super indonesia 2010/2011      Saat aku menginjak usia remaja, dalam hidupku aku belum mengetahui apa keinginanku, Apa yang membuat hidup terasa greget, semangat dan lain sebagainya. Dirumah aku memiliki seorang kakak sepupu laki laki. Aku tidak tau kala itu apa kegiatan kesukaanya selain mengukir, Jepara memang terkenal sebagai kota ukir, dan kakak ku ini,Siswanto namanya. Dia sangat hebat sekali untuk soal mengukir. Dan inilah salah satu hasil karyanya. Hari hari biasanya kami memetik Jagung dan Mangga di kebun. Menghisap sebatang tebu yang sangat manis di sebrang kali. Setiap hari kita lakukan itu sepulangnya dari sekolah. Dan pada malam hari, Kita Menghabiskan malam untuk Menyaksikan aksi Landon Donovan di layar kaca pada putaran Piala Dunia 2006 sebelum akhirnya,Kakak ku ini menjadi penggemar berat Fernando Torres sejak dia bersinar di Euro 2008. Mas Sis Bercerita tentang seora...