Langsung ke konten utama

BOLA INI, AKU PASSING KEMANA

Seperti hal nya sebuah Trofeo, Management, Pemain dan Supporter dalam satu klub sepakbola akan terus bergulir. Sikap yang saya pribadi terapkan untuk menyikapi kebijakan management, permainan yang ditunjukan pemain di tengah lapang dan aksi dari suppporter di tribun. Ketiga unsur tersebut, memang bagian dari klub dengan tujuan yang sama.

Saat ini, untuk sebuah tim di sebuah kota pesisir di ujung utara pulau jawa, tersiar isu bahwa 'Pemain' sedang menjadi yang terabaikan dalam trofeo abadi ini. Sesekali, main mata dengan Supporter, karena memang Supporter sedang mendominasi jalanya permainan dengan bermain secara Offensive, meskipun saya akui masih gagal di penyelesaian akhir,tapi tetap saja kerjasama antar lini tak kunjung menemukan titik permainan yang bisa dikatakan "Enak di lihat" serta "Memuaskan" dan Management berusaha Bungkam, Tidak offensive,dibilang defensive pun sepertinya tidak. Justru terkesan seperti AFK kalau di ibaratkan lagi dalam permainan di gadget. Maklum, satu tahun ini memang semua seperti dipaksakan untuk melakukan banyak hal secara Virtual. Heuheuheu. 

Tapi kita masih ingat betul, di awal tahun jajaran tim dan management seperti offensive terhadap supporter. Bahkan supporters bayaran bernama 'BuzeeRp' pun seakan 'dibayar' sekedar untuk menyatakan argumen keberpihakan pada klub untuk 'Re-Branding' dan penambahan nama. 

Memasuki bulan bulan terakhir di 2020, yang satu tahun ini diisi oleh masa karantina dan pembatasan sosial, tim seakan benar benar mengkarantina diri dan semakin membatasi akses kami sebagai supporter untuk tau lebih dalam dan kelanjutan hidup klub kebanggaan kami. 

Memang, secara pribadi saya menganggap kompetisi yang dilanjutkan saat pandemi ini terkesan di Paksakan, namun bukankah 'Persiapan' harus tetap dilakukan, bukan? 

Meskipun aku mengatakan ini seperti sebuah trofeo, yang 'seakan' menemukan dua seteru abadi antara supporter dan management klub, Tapi kembali lagi bukankah Trofeo digelar untuk mempererat tali silaturahmi? Dimana yang kita sama sama cari dari permainan ini bukanlah hasil akhir dari kemenangan yang di raih oleh salah satu pihak, dan yang kalah pun menjadi yang terpuruk seperti Kompetisi biasanya. 

Namun, berjalanya 'permainan' ini kita jadikan bahan evaluasi, solusi dan keputusan bersama untuk kembali menjadi satu tubuh sebuah klub yang sehat dan benar benar siap mengarungi kompetisi lagi, baik saat maupun setelah pandemi. 

Jadi? Umpan lambung ku berikan kepada kalian yang di lini tengah, berikan through pass akurat pada striker nantinya, tentukan arah yang tepat untuk dia berlari dan mengejar bola, lalu mencetak goal lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEPARA DARI KEJAUHAN MATA

  Oleh : Sun Semper Chi Alarm berdering pukul lima pagi. Badanku terasa berat. Kedua kelopak mata terasa  mengunci tak mau dibuka. Jemariku mulai merambat ke arah suara. Kuintip sebentar, masih terlalu pagi untukku yang tinggal di bilik kos tanpa orang tua. Bunyi alarm hilang diganti suara berisik tetangga. Jarak jendela kamar tidak sampai tiga meter dari bibir jalan. Mungkin lewat celah-celah ventilasi. Obrolan pagi hingga suara knalpot motor tua. Pagiku sering kali terganggu dengan suara masyarakat urban di tengah kota. Tak apalah, toh juga mereka tidak sampai menyiramiku karena bangun kesiangan. "Apa yang baru dengan hari ini? Sepertinya masih sama dengan pagi-pagi kemarin," pikirku seraya menata posisi untuk tidur kembali. ”Siapa tahu kali ini sepak bola Jepara mau berbenah,” seperti biasa, aku sering kali berkhayal. Musim baru, tetapi terasa hambar seperti musim-musim sebelumnya. Beberapa pemain silih  berganti. Beberapa masih bertahan. Pelatih baru mengganti pelatih...

Buruh dan Sepakbola, Kami bagian dari keduanya.

Lahir, besar dan hidup di kota yang perlahan tapi pasti berkembang menjadi kota industri, sedikitnya diantara kami ada yang mengadu nasib sebagai petugas keamanan, operator fork lift, atau memantau dari ketinggian sebuah tower dan berbagai profesi lain nya didalam sebuah perusahaan. Dengan latar belakang kami sebagai penggemar fanatik dari sebuah klub sepakbola, suasana ketika bekerja menjadi berbeda ketika satu sama lain diantara kami memiliki kecintaan yang sama. Solidaritas, Tenggang rasa dan kebersamaan jauh lebih harmonis ketika kami tau bahwa Sepakbola dapat menyatukan kita, termasuk dalam dunia kerja. Dan bagi saya pribadi, memaknai hari buruh setiap tahun nya adalah seperti sebuah agenda dimana kami bagian dari Kelas Pekerja dan Supporter Sepakbola. Selamat Hari Buruh ✊

MENJAGA HEGEMONI

Persijap Jepara berhasil meraih kemenangan di laga kandang pada lanjutan liga super indonesia 2010/2011      Saat aku menginjak usia remaja, dalam hidupku aku belum mengetahui apa keinginanku, Apa yang membuat hidup terasa greget, semangat dan lain sebagainya. Dirumah aku memiliki seorang kakak sepupu laki laki. Aku tidak tau kala itu apa kegiatan kesukaanya selain mengukir, Jepara memang terkenal sebagai kota ukir, dan kakak ku ini,Siswanto namanya. Dia sangat hebat sekali untuk soal mengukir. Dan inilah salah satu hasil karyanya. Hari hari biasanya kami memetik Jagung dan Mangga di kebun. Menghisap sebatang tebu yang sangat manis di sebrang kali. Setiap hari kita lakukan itu sepulangnya dari sekolah. Dan pada malam hari, Kita Menghabiskan malam untuk Menyaksikan aksi Landon Donovan di layar kaca pada putaran Piala Dunia 2006 sebelum akhirnya,Kakak ku ini menjadi penggemar berat Fernando Torres sejak dia bersinar di Euro 2008. Mas Sis Bercerita tentang seora...