Langsung ke konten utama

Postingan

DUA WINDU MENABUNG RINDU

Source :  AFC Setelah menekuk Nepal dengan skor yang cukup fantastis, selesai sudah perjuangan tim nasional Indonesia di babak kualifikasi Piala Asia 2023 Grup A . Penantian panjang pendukung setia tim nasional Indonesia terbayar sudah untuk menyaksikan tim kebanggaan berlaga di kancah tertinggi dan bergengsi AFC Piala Asia. Perjuangan sejak babak Play Off yang mengorbitkan Ramai Rumakiek, Terbayar Lunas. Dengan letak geografis membentang luas dari barat yang berbatasan dengan eropa    dan afrika hingga ketimur dengan laut pasifik, Tim yang berlaga di tingkat Konfederasi Asia atau AFC tentu memiliki perjuangan ekstra keras dan cukup panjang. Terdapat 5 anak organisasi di setiap regional dari barat sampai timur dan 47 Anggota Negara, Menjadi 24 tim terbaik (pada gelaran sebelum 2019 hanya 16 peserta) yang berlaga di Piala Asia 2023 dan beberapa edisi sebelumnya tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap tim nasional sepakbola dari berbagai negara di seluruh penju...

Buruh dan Sepakbola, Kami bagian dari keduanya.

Lahir, besar dan hidup di kota yang perlahan tapi pasti berkembang menjadi kota industri, sedikitnya diantara kami ada yang mengadu nasib sebagai petugas keamanan, operator fork lift, atau memantau dari ketinggian sebuah tower dan berbagai profesi lain nya didalam sebuah perusahaan. Dengan latar belakang kami sebagai penggemar fanatik dari sebuah klub sepakbola, suasana ketika bekerja menjadi berbeda ketika satu sama lain diantara kami memiliki kecintaan yang sama. Solidaritas, Tenggang rasa dan kebersamaan jauh lebih harmonis ketika kami tau bahwa Sepakbola dapat menyatukan kita, termasuk dalam dunia kerja. Dan bagi saya pribadi, memaknai hari buruh setiap tahun nya adalah seperti sebuah agenda dimana kami bagian dari Kelas Pekerja dan Supporter Sepakbola. Selamat Hari Buruh ✊

MINGGU SORE : "SEPAKBOLA (Yang) MENYATUKAN"

Sebuah Fiksi: Minggu sore di Pekan Terakhir di 2020, Usai libur natal dimana waktu luang dihabiskan bersama keluarga. Mengakhiri pekan terakhir dengan merumput adalah pilihan bagi sebagian kawanku. Disaksikan oleh anak, istri, kawan sejawat serta sanak family. Menjadi penambah riuh dan semangat serta hiburan tersendiri, bagiku, bagi kami dan bagi semua yang ada di sebuah lapangan sore kemarin.  Laga yang mempertemukan tim tim dengan berbagai macam latar belakang dan keaadaan ekonomi, semua lebur dan berbaur dalam permainan. Terbagi menjadi 4 tim, 5 game, masing-masing 15 menit x 2 babak. Waktu yang Singkat dan sangat jauh dari standard, tapi cukup membuat Pak RT sebagai pemain tengah kewalahan ketika harus berhadapan dengan lawan yang lebih muda. Bola pun sering hilang di tengah saat membangun serangan. Pak Hansip  dengan kepala plontos yang kemarin sore berposisi dibagian belakang atau full back pun tak jarang memaki Pak RT.  Hal itu menjadi hiburan tambahan para pemain ...

JELANG PAGI, MENUJU PAKANSARI

Secara massive, teman teman supporter Persijap Fans mulai bergerak satu arah menuju titik penentuan di bumi padjajaran. Dari timur sampai utara kota Jepara, semua bersiap untuk menjadi saksi untuk melihat Persijap mengangkat Piala.  Melihat Persijap jadi perbincangan di media masaa keesokan harinya,timeline sosial media sampai laman berita. Dan akhirnya, 29 Desember 2019 nama Persijap Jepara terpampang di website resmi federasi PSSI.  Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan kawan kawan memberangkatkan diri menuju Stadion Pakansari. Atas nama cinta dan sebuah dedikasih, hati selalu memanggil untuk menemani kemana pun Persijap pergi. Dan memang 2019 adalah tahun yang luar biasa bagi Persijap Jepara. Hampir di setiap laga selalu menunjukan tren positive kitalah calon juaranya. Mulai dari Blitar, Ngawi, sampai laga Tandang yang terasa seperti laga kandang di Kendal. Semua dilalui oleh teman teman dengan sangat luar biasa. Dan soal Juara, Kita sudah lebih dulu merasakanya di Gresik. K...

MEMOAR DI GRESIK; SATU LANGKAH MENUJU PUNCAK

Memoar di Gresik Delapan besar akan dilakoni Persijap di Gresik Jawa Timur dengan sistem home tournament satu grup bersama Semeru FC, Perseta Tulungagung, dan tim asal Gresik sendiri PSG Sunan Giri. Target naik kasta tahun ini rasanya realistis jika mengaca pada laga-laga sebelumnya yang telah dijalani Laskar Kalinyamat, hingga per-delapan final Persijap hanya mengantongi satu kekalahan saja pada fase 32 besar, namun di fase kali ini dengan jadwal yang sangat padat Pian Sopian dan kawan-kawan dituntut lebih ekstra dengan kendala recovery pemain, sekaligus pelatih harus cerdik meramu komposisi tim dan dipastikan setiap laga adalah final. Perihal tersebut Sahala telah membuktikannya di laga pertama dengan mengandaskan perlawanan PSG Sunan Giri dengan skor meyakinkan 0-2 sekaligus menjadi modal penting guna menatap laga selanjutnya melawan Semeru FC. *** Minggu itu adalah hari yang menjemukan bagiku, karena satu dan lain hal maka di laga pertama aku tidak dapat mengikuti teman-teman yang ...

FEDERASI, POLITISI DAN KOMPETISI

"Corona bisa menghentikan segalanya, tapi tidak dengan Pilkada." Kalimat demikian bermunculan di berbagai platform jejaring sosial media saat keterangan resmi dari Polri yang menyatakan bahwa izin keamanan dan keramaian belum turun untuk lanjutan Liga Indonesia. Sampai pada sore ini (Selasa 29 September 2020) , saya pun berpikir bahwa, "Saya kira semua urusan sudah selesai dan kita siap untuk melanjutkan Liga lagi." sepertinya memang Kue yang tersaji tidak terbagi rata. Hehe Penundaan 'lagi' menurut saya memang bisa saja terjadi sejak keputusan digulirkan kembali liga di tengah pandemi, karena pro dan kontra dari awal memang sudah ada dengan alasan 'Apakah tidak terlalu di paksakan?' . Meski demikian, tim tim pun ada yang melakukan segala persiapan lagi untuk melanjutkan liga, dan tidak sedikit juga yang harus memutar otak untuk mengikuti kompetisi. Dilanjutkan atau tidak, yang pasti klub peserta lah yang menjadi korban disini, terutama tim yang suda...

BOLA INI, AKU PASSING KEMANA

Seperti hal nya sebuah Trofeo, Management, Pemain dan Supporter dalam satu klub sepakbola akan terus bergulir. Sikap yang saya pribadi terapkan untuk menyikapi kebijakan management, permainan yang ditunjukan pemain di tengah lapang dan aksi dari suppporter di tribun. Ketiga unsur tersebut, memang bagian dari klub dengan tujuan yang sama. Saat ini, untuk sebuah tim di sebuah kota pesisir di ujung utara pulau jawa, tersiar isu bahwa 'Pemain' sedang menjadi yang terabaikan dalam trofeo abadi ini. Sesekali, main mata dengan Supporter, karena memang Supporter sedang mendominasi jalanya permainan dengan bermain secara Offensive, meskipun saya akui masih gagal di penyelesaian akhir,tapi tetap saja kerjasama antar lini tak kunjung menemukan titik permainan yang bisa dikatakan "Enak di lihat" serta "Memuaskan" dan Management berusaha Bungkam, Tidak offensive,dibilang defensive pun sepertinya tidak. Justru terkesan seperti AFK kalau di ibaratkan lagi dalam...