Langsung ke konten utama

Postingan

Memberontak si Pemberontak.

Jujur saja ada rasa pesimis ketika mengetahui bahwa kami harus bertandang ke Jawa Timur sejak pembagian Grup. Bukan tanpa alasan,rekor buruk untuk setiap lawatan kesana masih menghantui bagi saya pribadi. Ditambah,Jika melihat Blitar dan PSBK, Mereka merupakan Klub yang cukup 'Keras' . Dan hasil dari Engine Search di Google atau Youtube pun akan ditemui bahwa PSBK bukan tim yang mudah untuk di kalahkan. Namun, Melihat niat tulus kawan-kawan yang berniat untuk mengawal dan menemani Persijap Jepara ke Blitar bisa jadi sedikit seperti obat pereda nyeri atau sedikit menenangkan bahwa , "Ya,Persijap tak akan berjuang sendirian." Dan ketika harinya tiba, Beberapa kawan sudah berada di kota Blitar. Ada yang berziarah ke Makam Bung Karno, atau sekedar menikmati kota Blitar. Hingga Kick Off pun berlangsung. Mengenakan Jersey Away untuk Pertama kalinya secara resmi dalam pertandingan di Liga 3, Permainan berjalan menarik, beberapa kesalahan yang terjadi di laga sebe...

TARIK NAPAS // JATENG, KAMI DATANG!

Lumajang dan Semeru FC mungkin menjadi bahan evaluasi lebih awal untuk tim dan management, bagaimana tidak? Sekelas laga uji coba , tanpa diberangkatkan secara resmi oleh induk kelompok supporter, persijap fans melakukan perjalanan ratusan mil untuk melihat langsung pertandingan yang di laksankan di kandang lawan. Melawat ke Lumajang dengan status laga uji coba, harusnya membuat managament berpikir betapa tim kebanggaan ini cukup di nanti. Lalu Uji coba yang juga dilaksanakan di Rumah Sendiri mengharuskan Persijap kalah dari Semeru FC. Puncaknya teman teman pun menuntut keseriusan dalam mempersiapkan tim. Dan itu cukup wajar, selama bentuk protes tidak berlebihan dan masih dalam lingkup yang Objektif bahwa kami ingin persiapan yang lebih Matang. Pasalnya, jeda kompetisi yang cukup panjang membuat jenuh masyarakat sepak bola di Jepara. Seharusnya persiapan untuk menghadapi Liga 3 musim ini dapat memenuhi target dari rekan-rekan supporter maupun pihak pihak terkait. Tentu support...

KAMI MASIH ADA!

2 bulan lebih sedikit yang lalu, Persijap Junior di Ajang Soeratin berhasil menyigkirkan PSIS Junior dalam lanjutan Piala Soeratin 2018. Dan hari ini, 23 November 2018 Giliran Persijap Senior yang harus berusaha keras untuk menyingkirkan PSIS di Babak 64 besar Piala Indonesia 2018. Meskipun Persijap mengalami kekalahan dan tidak lolos ke tahap selanjutnya, setidaknya permainan yang di tujukan oleh tim elang laut dada putih tidak begitu mengecewakan. Melakoni laga kandang dengan Dukungan penuh secara langsung , sedikit membuat permainan lebih Rapih, Menurut saya yang memperhatikan pertandingan. Ternukti PSIS baru mampu menjebol gawang Persijap setelah menit '70 di babak ke dua. Kedisiplinan lini belakang dan kerasnya permainan di lini tengah tidak terlalu di maksimalkan dengan baik oleh lini depan sehingga banyak sekali peluang yang terbuang sia sia. Dan hasil sore ini bisa jadi evaluasi, apakah kita benar benar bisa dan pantas untuk Kembali Yang pasti, Kami Masih Ada!

DIAM SAJA?!!!

Aku dan beberapa teman di perantauan masih sering melakukan pertemuan rutin. Satu minggu sekali, ya paling lama satu bulan lah untuk melepas rindu. Dan tentu, klub kebanggaan di tanah kelahiran lah selalu menjadi topik utama pembicaraan. Pada hari selasa malam tepatnya, kami berkumpul untuk makan malam. Salah satu diantara kami membuka akun resmi Klub. "Minggu ono pertandingan o leet. Muleh ah ndelok aku." Dia memulai percakapan dan dia pun memutuskan untuk pulang dan menyaksikan pertandingan di hari minggu. "Eh, Sebentar." Era digital seperti sekarang ini, informasi dengan sangat mudah bukan kita dapat di internet, dan ya pasti setiap postingan,  "Apapun" pasti ada komentar yang terkadang menarik sih. Dan sudah pasti, kolom komentar postingan Klub kami buka. Lalu kami menemukan kalimat mutiara seperti ini Kami pun berpikir, benar juga ya? Mana sempat kita memberikan kontribusi lebih untuk klub? Jangankan untuk seperti itu, melihat kerja k...

MENJAGA HEGEMONI

Persijap Jepara berhasil meraih kemenangan di laga kandang pada lanjutan liga super indonesia 2010/2011      Saat aku menginjak usia remaja, dalam hidupku aku belum mengetahui apa keinginanku, Apa yang membuat hidup terasa greget, semangat dan lain sebagainya. Dirumah aku memiliki seorang kakak sepupu laki laki. Aku tidak tau kala itu apa kegiatan kesukaanya selain mengukir, Jepara memang terkenal sebagai kota ukir, dan kakak ku ini,Siswanto namanya. Dia sangat hebat sekali untuk soal mengukir. Dan inilah salah satu hasil karyanya. Hari hari biasanya kami memetik Jagung dan Mangga di kebun. Menghisap sebatang tebu yang sangat manis di sebrang kali. Setiap hari kita lakukan itu sepulangnya dari sekolah. Dan pada malam hari, Kita Menghabiskan malam untuk Menyaksikan aksi Landon Donovan di layar kaca pada putaran Piala Dunia 2006 sebelum akhirnya,Kakak ku ini menjadi penggemar berat Fernando Torres sejak dia bersinar di Euro 2008. Mas Sis Bercerita tentang seora...

KADO UNTUK HARI KEMERDEKAAN

Sabtu petang, 11 Agustus 2018 Mungkin ada jutaan pasang mata menatap layar kaca atau juga ada yang menghadiri langsung pertandingan final antara Indonesia melawan Thailand dalam kejuaraan AFF U 16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo yang pernah menjadi saksi Timnas U-19 menjuarai AFF 2013 lalu. Harapan, Doa dan Dukungan tentunya tercurah untuk Garuda Muda yang memperjuangkan nama Indonesia di kancah pesepakbolaan internasional meskipun masih dalam lingkup Asia Tenggara. Haru, Situasi yang cukup emosional dan detak jantung yang berdebar lebih dari biasanya pun terjadi. Moment moment di 80 menit waktu normal pertandingan dan adu penalti menunjukan semangat anak anak Indonesia kepada dunia bahwa Indonesia bukan tim yang sembarangan. Sportifitas yang ditunjukan oleh adik adik U-16 di lapangan, Kedewasaan teman teman supporter dan karena saya hanya memantau dari Televisi, Perangkat pertandingan sudah cukup melaksanakan tugasnya dengan baik. Mungkin ini adalah awal dan pembuktian bahwa sep...

Awal yang baru dari yang telah berlalu

Entah kapan, peluit tanda dimulainya pertandingan secara resmi bergulir untuk pertama kalinya di kota ini. Tapi yang pasti, Setelah 2 x 45 menit selesai dalam perebutan gelar juara piala makutarama 1973,lahir seorang legenda Setelah 2 x 45 menit pada piala soeratin 1982,1998 dan 2002,lahir sang juara. Setelah 2 x 45 menit pada piala copa indonesia, kita berhasil menyingkirkan raksasa liga indonesia. Setelah 2 x 45 menit pula kita turun kasta dan membuat klub kebanggaan berangsur terpuruk hingga Setelah 2 x 45 selanjutnya kita hanya memilih untuk menghabiskan tenggakan terakhir sebelum akhirnya kita merasakan sore menjelang malam dan merebahkan tubuh di rerumputan, sembari membicarakan hasil dan jalanya pertandingan dengan setengah sadar, menertawakan teman kita, merayu gadis gadis yang sepertinya bersolek memang minta untuk dirayu, menyapa beberapa teman kita yang memilih untuk pulang terlebih dahulu, membiarkan angin malam bersarang didalam tubuh, hingga sepi pun mulai tiba dan k...